

pasarkreasi.com
Sabtu, 20 September 2008
Festival Schouwburg VII di Gedung Kesenian Jakarta
Malam Minggu kemarin (20 September) menjadi malam yang sangat panjang dan indah bagi para penggemar grup Band NAIF. Sebab, malam itu, NAIF tampil memukau di atas panggung Gedung Kesenian Jakarta.
Tampil kompak dengan kostum serbahitam dan kacamata yang juga hitam, band yang mengusung warna musik tahun 1970-an ini membawakan lagu berjudul “Piknik” sebagai lagu pembuka. Lagu pertama ini langsung menyihir penonton untuk bernyanyi bersama tanpa dikomandoi. Bahkan ada beberapa penonton dengan antusias langsung melambai-lambaikan tangannya seiring irama lagu.
Seperti kebanyakan dalam tiap konsernya, David selalu membumbui penampilannya dengan “jurus-jurus sakti” yang kerap mengundang tawa riuh dan tepuk tangan penonton. Di atas panggung, ia menari-nari bak balerina, bertolak pinggang, berjingkrak-jingkrak, dan melakukan “komunikasi dua arah” dengan penonton. Bahkan ia kerap membuat para penonton tertawa terkekeh-kekeh lewat banyolan-banyolannya yang bernada konyol.
Misalnya, di tengah-tengah pertunjukan, seusai menyelesaikan salah satu lagu, ada seorang penonton yang berteriak “Okeeeeeeee!!!” Teriakan pertanda puas itu langsung ditimpali oleh David dengan mengucapkan, “Hah, ada tukang sate di sini, hei teee, sateeee!” Tentu saja hal itu langsung disambut dengan tawa renyah para penonton.
Lagu-lagu hits yang dibawakan NAIF pada malam itu di antaranya “Piknik 72”, “Benci Libur”, “Uang”, “Senang Bersamamu”, “Itulah Cinta”, “Ajojing”, “Air dan Api”, “Televisi”, “Nyali”, “Penari Langit”, dan “Bunga Hati”.
Band NAIF memang selalu unik dalam setiap konsernya. Band yang lahir pada tanggal 22 Oktober 1995 di Jakarta ini mempunyai karakteristik warna musik sendiri. Pada saat berdiri, para personelnya adalah Emil (Mohammad Amil Hussein, bass), David (David Bayu Danang Jaya, vokal), Jarwo (Fajar Endra Taruna, gitar), dan Pepeng (Franki Indrasmoro Sumbodo, drum), serta Chandra (keyboard). Tapi, di tahun 2003, Candra keluar dari band karena ingin mengembangkan karir sesuai bidang akademisnya.
Konser Band NAIF ini adalah konser penutup dari rangkaian Festival Schouwburg VII di Gedung Kesenian Jakarta yang diselenggarakan sejak 10 hingga 20 November. Salamander Big Band yang mengusung musik jazz sudah terlebih dulu menjadi pengisi acara festival ini pada tanggal 10 September, disusul dengan penampilan Dwiki Dharmawan yang berkolaborasi dengan Lembaga Pendidikan Musik Farabi dan Sekolah Tinggi Seni Indonesia pada tanggal 13 September.
Festival Schouwburg VII sendiri digelar untuk memperingati hari jadi Gedung Kesenian Jakarta yang ke-21. Schouwburg adalah nama gedung kesenian di zaman kolonial Belanda yang kini dikenal dengan nama GKJ. Dulu, pihak pengelola gedung ini hanya menggelar pertunjukan kesenian grup-grup amatir. Pada tahun 1833, rombongan pemain sandiwara dari Prancis didatangkan dan berlangsunglah pertunjukan selama 2 bulan penuh. Sejak saat itu Schouwburg berfungsi sebagai tempat pementasan kesenian, baik dari Eropa maupun lokal, mulai dari opera, balet, hingga wayang orang. Pada 24 November 1984, gedung ini diambil alih oleh Pemda DKI Jakarta. Pada 5 September 1987, barulah nama GKJ diresmikan oleh Pemda DKI Jakarta.
Teks: Bonny Dwifriansyah
foto: Aryo Anindito
More Events