

Bonny Dwifriansyah
100
foto yang terpasang di ruangan yang didominasi warna hitam ini
merupakan kumpulan hasil karya para fotografer andal yang tergabung
dalam Studio D-Loop Indonesia, yakni Nurulita Adriani Rahayu, Erich
Silalahi, Nicoline, dan Glen Prasetya. Mereka berempat mengaku merasa
bangga terlibat dalam program terbaru sabun kecantikan LUX ini.
Di antara 100 foto yang terpasang itu, ada beberapa buah foto yang menonjolkan konsep klasik dengan hanya menampilkan warna hitam putih, ada juga yang menonjolkan warna-warna yang sangat berani, dan ada pula yang menyuguhkan konsep minimalis. Semuanya sama-sama mengedepankan teknik pencahayaan sebagai salah satu elemen yang paling penting agar pesona DIVA dapat tertangkap mata dan sesuai dengan konsep “Romantic Glam”.
Ruangan
pamerannya sendiri terbagi menjadi dua bagian. Satu ruangan sebagai
tempat pameran, sedangkan ruangan satunya lagi menjadi tempat santai
yang sangat romantis layaknya sebuah lounge. Di ruangan santai yang
tampak mewah itu, pengunjung dapat berleha-leha sambil duduk di
sofa-sofa lengkap dengan bantal-bantal kecil yang berwarna-warni.
Mata pengunjung juga dimanjakan dengan keberadaan bunga-bunga cantik
di kanan-kiri sofa tadi. Langit-langit, dinding-dinding, dan lantai
ruangan itu ditutupi dengan kain berwarna hitam pekat.
100
model yang wajahnya terpasang di ruang pameran adalah hasil seleksi
panitia dari 25.574 peserta yang berasal dari berbagai penjuru kota.
Sebelumnya, para peserta yang ingin menjadi model LUX 100 DIVA
terlebih dahulu harus mengirimkan cerita mengenai pengalaman manis
yang mereka rasakan setelah menggunakan sabun LUX, serta foto-foto
cantik mereka ke website LUX.
Dari
ribuan cerita yang masuk, tim penyeleksi memilih 100 cerita terbaik.
Setelah melalui rangkaian seleksi, mereka dikumpulkan di Jakarta
untuk mendapatkan apresiasi dari LUX, yaitu menginap di hotel
berbintang selama tiga hari dua malam, hang out bersama LUX Stars,
mendapat riasan wajah dari make up artist profesional, mengenakan
baju rancangan para desainer ternama macam Malik Mustaram dan Arantxa
Adi, serta difoto oleh para fotografer profesional.
Setelah terpilih, 100 perempuan tadi menjalani serangkaian kegiatan yang bertujuan mengeksplorasi diri dengan mengusung konsep "Me Time". Konsep "Me Time" yang dimaksud di sini adalah konsep tentang bagaimana cara dan perasaan wanita saat menghabiskan waktu dengan memanjakan dan mengeksplorasi kecantikan dirinya sendiri. Dan untuk acara puncaknya, 100 model tadi menjalani photo session yang dipandu oleh fotografer andal Erich Silalahi. Hasil pemotretan itulah yang dipamerkan di ruangan mirip studio foto ini.
Ajang yang digelar oleh perusahaan sabun mandi ini merupakan kampanye untuk memberikan pemahaman bahwa pada dasarnya semua perempuan terlahir cantik dan memiliki pesona diva. Dan bukankah fakta juga membuktikan bahwa semua perempuan senang menjadi pusat perhatian orang di sekitarnya?
More Events