Pasar Kreasi
Photography
Bonny Dwifriansyah

Pameran Foto “LUX 100 DIVA”

Bonny Dwifriansyah

Bertempat di Pavilion Pacific Place, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, produsen sabun kecantikan LUX menggelar pameran foto bertajuk “LUX 100 DIVA” sejak 31 Oktober hingga 6 November 2008. Pameran foto yang terbuka untuk umum ini menyuguhkan foto 100 perempuan cantik dari beberapa kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Medan, dan Makassar.

Tiap-tiap bingkai foto yang dipajang dalam pameran berkonsep “Romantic Glam" ini hanya berisi gambar satu orang model. Masing-masing bingkai foto berukuran setengah badan manusia itu ditempatkan pada panel-panel berwarna hitam plus lampu-lampu tembak yang bentuknya mirip mikrofon.

100 foto yang terpasang di ruangan yang didominasi warna hitam ini merupakan kumpulan hasil karya para fotografer andal yang tergabung dalam Studio D-Loop Indonesia, yakni Nurulita Adriani Rahayu, Erich Silalahi, Nicoline, dan Glen Prasetya. Mereka berempat mengaku merasa bangga terlibat dalam program terbaru sabun kecantikan LUX ini.

Di antara 100 foto yang terpasang itu, ada beberapa buah foto yang menonjolkan konsep klasik dengan hanya menampilkan warna hitam putih, ada juga yang menonjolkan warna-warna yang sangat berani, dan ada pula yang menyuguhkan konsep minimalis. Semuanya sama-sama mengedepankan teknik pencahayaan sebagai salah satu elemen yang paling penting agar pesona DIVA dapat tertangkap mata dan sesuai dengan konsep “Romantic Glam”.

 

Ruangan pamerannya sendiri terbagi menjadi dua bagian. Satu ruangan sebagai tempat pameran, sedangkan ruangan satunya lagi menjadi tempat santai yang sangat romantis layaknya sebuah lounge. Di ruangan santai yang tampak mewah itu, pengunjung dapat berleha-leha sambil duduk di sofa-sofa lengkap dengan bantal-bantal kecil yang berwarna-warni. Mata pengunjung juga dimanjakan dengan keberadaan bunga-bunga cantik di kanan-kiri sofa tadi. Langit-langit, dinding-dinding, dan lantai ruangan itu ditutupi dengan kain berwarna hitam pekat.

100 model yang wajahnya terpasang di ruang pameran adalah hasil seleksi panitia dari 25.574 peserta yang berasal dari berbagai penjuru kota. Sebelumnya, para peserta yang ingin menjadi model LUX 100 DIVA terlebih dahulu harus mengirimkan cerita mengenai pengalaman manis yang mereka rasakan setelah menggunakan sabun LUX, serta foto-foto cantik mereka ke website LUX.

Dari ribuan cerita yang masuk, tim penyeleksi memilih 100 cerita terbaik. Setelah melalui rangkaian seleksi, mereka dikumpulkan di Jakarta untuk mendapatkan apresiasi dari LUX, yaitu menginap di hotel berbintang selama tiga hari dua malam, hang out bersama LUX Stars, mendapat riasan wajah dari make up artist profesional, mengenakan baju rancangan para desainer ternama macam Malik Mustaram dan Arantxa Adi, serta difoto oleh para fotografer profesional.

Setelah terpilih, 100 perempuan tadi menjalani serangkaian kegiatan yang bertujuan mengeksplorasi diri dengan mengusung konsep "Me Time". Konsep "Me Time" yang dimaksud di sini adalah konsep tentang bagaimana cara dan perasaan wanita saat menghabiskan waktu dengan memanjakan dan mengeksplorasi kecantikan dirinya sendiri. Dan untuk acara puncaknya, 100 model tadi menjalani photo session yang dipandu oleh fotografer andal Erich Silalahi. Hasil pemotretan itulah yang dipamerkan di ruangan mirip studio foto ini.


Ajang yang digelar oleh perusahaan sabun mandi ini merupakan kampanye untuk memberikan pemahaman bahwa pada dasarnya semua perempuan terlahir cantik dan memiliki pesona diva. Dan bukankah fakta juga membuktikan bahwa semua perempuan senang menjadi pusat perhatian orang di sekitarnya?




Print
Kirim
Cetak PDF
Arsip
RSS


  More Events
Bonny D
Dalam pameran kali ini, 100 foto yang lolos seleksi sebagian besar adalah foto-foto tentang kehidupan sosial di perkotaan. Misalnya foto berjudul “Terlelap” yang mengisahkan seorang anak kecil tengah tidur terlelap di jembatan penyeberangan.

Viktor Saut
Ini adalah kali keempat ‘Mata Perempuan’ berpameran. Mereka adalah delapan fotografer perempuan yang beberapa di antaranya sudah pernah menggelar pameran bersama.

RSS