Jakarta - Salah satu kendala dalam memproduksi film
animasi adalah mahalnya biaya yang dipakai untuk pembelian software.
Tapi dengan `Blender`, software 3D berbasis open source, semua masalah
biaya bisa diatasi.
Hal ini terungkap dalam workshop `Blender`
yang digelar oleh Tunas Indonesia Kreatif (TIK) dengan Regional IT
Center of Excellence (RICE) PT INTI. Workshop ini diikuti oleh 30
peserta yang terdiri dari siswa SMK, komunitas serta praktisi animasi di
Bandung.
Seperti disampaikan oleh Manager RICE, Gerhard
Simanjuntak bahwa saat ini salah satu kendala utama dalam perkembangan
animasi di Indonesia adalah masih tingginya biaya produksi. Padahal
biaya produksi bisa minimalisir bahkan ditiadakan jika menggunakan
software berbasis open source.
"Salah satu tools animasi 3D ya
Blender. Software berbasis open source bisa menjadi solusi untuk
mengurangi biaya produksi," paparnya saat berbincang dengan
detikINET,
Rabu (21/4/2010) sore.
Gerhard menambahkan, kualitas Blender
tidak kalah dengan software animasi 3D yang berlisensi. Bahkan dia
menargetkan hasil dari workshop ini adalah sebuah
teaser (film
pendek durasi 2-3 menit).
"Blender ini cukup untuk buat film
animasi. Tidak kalah kualitasnya dengan yang berbayar," tegasnya.
Meski
Blender merupakan aplikasi gratisan, tetapi blender memiliki kemampuan
setangguh apikasi berbayar. Dijelaskan oleh Gerhard, Blender memiliki
benyak
sekali kemampuan mulai dari pemodelan 3D, rendering, shading,
animasi 3D, sampai pembuatan game 3D secara utuh.
Di tempat yang
sama, Manager Program TIK, Ferie Budiansyah menerangkan bahwa dengan
menggunakan open source bisa menekan biaya produksi minimal US$ 3.000.
"Jika
dibandingkan dengan software 3D yang berlisensi. Itu bisa US$
3.000-4.000. Dan bikin animasi tidak bisa satu komputer. Bayangkan
berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan untuk memproduksi satu film
animasi," terangnya.
Ferie juga menegaskan bahwa layaknya
software open source, Blender banyak mendapatkan dukungan dari
komunitas. Bahkan dengan menggunakan Blender, selain
bisa menekan
biaya juga bisa mendorong tumbuhnya industri animasi di Indonesia
"Misi
kita adalah memunculkan serta menumbuhkan industri animasi. Pakai
Blender, buat animasi tidak mahal," tegasnya.
Workshop ini akan
digelar selama 5 hari. Para peserta tidak hanya mendapatkan ilmu tentang
Blender, mereka juga akan dilibatkan dalam proses magang selama satu
bulan untuk memproduksi
teaser tentang Bandung Lautan Api.
"Cita-cita
kita adalah membuat film animasi berseting Bandung Lautan Api," kata
Ferie yang diamini oleh Gerhard.
Print
Kirim
Cetak PDF
Arsip