
Admin
Memainkan Crimson Gem Saga membuat saya menyadari dua hal. Yang pertama adalah old-school RPG tidak mungkin mati. Setelah game Black Sigil buat DS, kini ada Crimson Gem Saga yang mengusung semangat RPG-RPG jaman 16-bit. Hal kedua yang saya sadari setelah memainkan game ini adalah developer game Korsel semakin mengejar Jepang. Ya, kalian tidak salah baca. Crimson Gem Saga adalah game garapan IronNos / SK Telecom yang kemudian dibawa ke Amerika oleh Atlus. Tahu sendiri kan bagaimana Atlus biasanya getol merilis RPG-RPG nyentrik dari Jepang ke Amerika? Keberhasilan Crimson Gem Saga menarik perhatian Atlus ini tentunya layak mendapat catatan sendiri. Saya tahu kalau dunia gaming Korsel bukannya asing sama sekali. Toh, game online fenomenal Ragnarok Online dulu juga datang dari Korsel. Hanya saja patut dicermati bahwa kebanyakan game dari developer Korsel dulunya online atau arcade dan Crimson Gem Saga adalah satu dari pengecualian yang langka. Kisah dalam game ini diawali saat kelulusan Killian dari akademi tentara Green Hill. Walaupun ia sangat berbakat, Killian seakan terkutuk untuk selalu menjadi yang nomer dua. Tak berapa lama setelah kelulusannya, Killian direkomendasikan untuk bergabung dalam kesatuan elit Excelsior Force. Dalam tugas pertama Killian mengambil Wicked Stone, kesatuan Excelsior Force bertemu dengan musuh yang luar biasa kuatnya. Saya katakan luar biasa karena kesatuan Excelsior Force yang jumlahnya puluhan - bahkan ratusan orang - pun terbantai habis. Satu-satunya yang tersisa adalah Killian yang saat cedera parah diselamatkan nyawanya oleh seorang pemburu harta bernama Spinel. Killian mengiyakan ajakan Spinel untuk mencari Wicked Stone dengan tujuan mencari orang yang membantai kesatuannya dan menuntut balas dari orang tersebut. Ia belum sadar bahwa dirinya akan segera terlibat konspirasi lebih besar dan menyemenkan jalannya dalam petualangannya menyelamatkan dunia. Cerita dalam Crimson Gem Saga - seperti yang saya tulis di atas - memang klise selayaknya cerita old-school RPG. Ada beberapa plot twist sepanjang cerita, tetapi tidak ada yang sampai membuatmu terperangah. Dalam perjalanannya pun Killian akan bertemu dengan sekutu maupun musuh dan untungnya saja semuanya memiliki karakter yang berbeda-beda serta unik. Kayanya karakter yang ditemui Killian sepanjang perjalanannya inilah yang membuat dunia serta permainan kita kian berwarna dan tidak membosankan. Grafis dan musik dalam Crimson Gem Saga juga sangat berkualitas. Menu dalam game ini simpel sehingga pertama kali mainpun kamu tidak akan bingung mengkustomisasi karaktermu atau memakai item. Dalam in-gamenya sendiri Crimson Gem Saga memadukan feel dari RPG baru dan RPG klasik. Sekilas lihat sprite karakter dalam game ini mirip dengan sprite karakter-karakter dalam game Ragnarok (tetapi dengan mimik muka yang lebih ekspresif). Developer game ini juga tidak terjebak dalam penyakit kebanyakan RPG yang mendaur ulang musuh yang hanya berbeda warna. Hampir semua musuh dalam game ini memiliki variasi dan design uniknya sendiri. Kelemahan grafisnya bagiku hanya terletak dalam dungeon-dungeonnya yang rata-rata malahan monoton dan minim dekorasi. Berulang kali saya tersesat menjelajahi dungeonnya karena luas tapi ‘hampa’. Untung saja menjelajahi world map dan kota-kota jauh lebih menyenangkan karena fitur Map game ini. Oh ya, fitur mapnya digambar dengan tangan untuk nilai lebih otentik dan medieval. Untuk departemen audionya sendiri, tidak ada yang spesial dengan musik background game ini. Saya sudah melewati hampir setengah permainan tapi tidak mendapati adanya musik memorable yang layak mendapat catatan khusus. Justru yang memberi saya kejutan menyenangkan adalah voice-acting dalam game ini yang di atas rata-rata game RPG lain. Gameplay dalam Crimson Gem Saga cukup sulit, tapi berbeda dengan Black Sigil yang membuatmu selalu merasa dicurangi oleh gamenya, game ini sulit dalam kategori yang menantang. Tentu saja sebagaimana kebanyakan old-school RPG lainnya, apabila levelmu tidak cukup kamu bakalan kewalahan menghadapi para monster. Tapi sialnya, sekedar meningkatkan level saja tidak cukup dalam game ini. Saya pernah menjalankan misi khusus yang meningkatkan level saya sampai hampir 50 dan saya tetap kewalahan menghadapi musuh yang berlevel 25 - 30! Kunci dari kemenangan dalam Crimson Gem Saga adalah level dari abilitymu dan equipment yang kamu pakai. Mungkin ini bakalan terdengar aneh, tetapi tujuan utamamu dalam melawan musuh adalah mencari uang untuk memberi equipment terkuat yang baru sementara experience point hanya bonus semata - terbalik dengan kebanyakan RPG lainnya. Walaupun tingkat kesulitan Crimson Gem Saga yang tinggi dan ceritanya yang klise akan membuat kebanyakan gamer mungkin malas memainkannya, apabila kamu gemar RPG-RPG old-school, saya rasa Crimson Gem Saga layak untuk dimainkan. Pertanyaan yang terlintas di benak saya adalah; bila Korsel saja sudah bisa membuat RPG dengan kualitas seperti ini, Indonesia kapan ya? Note: Crimson Gem Saga disebut-sebut sebagai spiritual successor dari Astonishia Story dan merupakan sekuel tidak langsung dari game tersebut. Karena saya belum pernah memainkan Astonishia Story (juga di PSP) saya belum bisa mengkonfirmasi hal ini. Final Verdict Gameplay: 7.0Sistem battlenya sederhana ala kebanyakan Turn-Based RPG. Setiap karaktermu memiliki Skill Set sendiri yang bisa bertambah bila kamu mempelajari Skill yang baru (point untuk mempelajari didapat dari melawan musuh). Penjelajahan dan perkembangan cerita mengikuti pakem RPG biasa. Kota - Dungeon - Kota - Dungeon - seterusnya. Graphic / Sound: 8.0Walau disebut tampil old-school, game ini tidak meniru gaya artwork game klasik manapun (bandingkan dengan Black Sigil yang jelas meniru Chrono Trigger). Musiknya sebenarnya biasa-biasa saja, tapi gubahan dengan full-orkestra menambah nilai kemegahannya. Play Time: 9.0Lama. Benar-benar lama. Berhubung melakukan grinding dan menghadapi banyak musuh adalah satu-satunya kunci bertahan hidup, jam permainanmu akan naik dengan sendirinya. Yah, paling tidak battle systemnya menarik. Kamu juga bisa menjalankan beberapa sidequest di luar jalan cerita utama dan mengeksplorasi satu dungeon optional yang bisa diakses beberapa jam setelah kamu memulai permainan. Overall: 8.0 Game DetailsDeveloper: IronNos / SK TelecomPublisher: AtlusGenre: RPG Sumber:tukangreview.com
More News